Breaking News

Papan Bunga Jogja

Papan Bunga Jogja Murah 24 Jam

papan bunga jogja, karangan bunga, toko bunga di kota baru yogyakarta, sewa bunga papan jogja, toko bunga jogja kotabaru, harga bunga di jogja, toko bunga online di jogja, toko bunga 24 jam jogja.

menerima pesan papan bunga jogja, karangan bunga ucapan selamat, duka cita, pernikahan, wisuda di jogja. pengiriman setelah pembayaran cepat dan dijamin bunga masih segar. bisa kirim hand bouquet jogja ke tempat tersayang anda bila anda diluar kota biar kami yang kirim. 
















___________________________________________________________________________________________

Candi Prambanan


Candi Prambanan adalah candi Hindu yang paling besar di Indonesia. Sampai sekarang ini belum bisa diyakinkan kapan candi ini dibuat serta atas perintah siapa, tetapi dugaan kuat jika Candi Prambanan dibuat seputar pertengahan era ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yakni Raja Balitung Maha Sambu. Sangkaan itu didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang diketemukan di seputar Prambanan serta sekarang ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini dicatat pada saat pemerintahan Rakai Pikatan. 

Denah asli Candi Prambanan berupa persegi panjang, terdiri atas halaman luar serta tiga pelataran, yakni Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) serta Njeron (pelataran dalam). Halaman luar adalah area terbuka yang melingkari pelataran luar. Pelataran luar berupa bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dulu dikelilingi oleh pagar batu yang sekarang telah tinggal puing-puing. Pelataran luar sekarang ini cuma adalah pelataran kosong. Belum didapati apa sebelumnya ada bangunan atau hiasan lain di pelataran ini. 

Baca Juga : Toko Bunga Jogja

Ditengah-tengah pelataran luar, ada pelataran ke-2, yakni pelataran tengah yang berupa persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dulu dikelilingi pagar batu yang sekarang ini juga roboh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, semakin ke semakin tinggi. Di teras pertama, yakni teras yang terbawah, ada 68 candi kecil yang berderet berkeliling-keliling, terdiri dari empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras ke-2 ada 60 candi, di teras ke-3 ada 52 candi, serta di teras ke empat, atau teras paling atas, ada 44 candi. Semua candi di pelataran tengah ini memiliki bentuk serta ukuran yang sama, yakni luas denah basic 6 m2 serta tinggi 14 m. Sebagian besar candi di pelataran tengah itu sekarang ini dalam kondisi hancur. Yang masih ada cuma reruntuhannya saja. 

Pelataran dalam, adalah pelataran yang tertinggi terletak serta yang dipandang seperti tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi seputar 1,5 m dari permukaan teras paling atas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap serta pagar batu. Di ke empat sisinya ada gerbang berupa gapura paduraksa. Sekarang ini cuma gapura disamping selatan yang masih utuh. Di muka semasing gerbang pelataran paling atas ada sepasang candi kecil, berdenah basic bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4 m. 

Di pelataran dalam ada 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat ada 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang terletak paling utara ialah Candi Wisnu, ditengah-tengah ialah Candi Syiwa, serta di selatan ialah Candi Brahma. Di barisan timur ada 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ke-3 candi ini dimaksud candi wahana (wahana = kendaraan), sebab semasing candi dinamakan sesuai binatang yang disebut tunggangan dewa yang candinya terdapat di hadapannya. 

Candi yang bertemu dengan Candi Wisnu ialah Candi Garuda, yang bertemu dengan Candi Syiwa ialah Candi Nandi (lembu), serta yang bertemu dengan Candi Brahma ialah Candi Angsa. Dengan begitu, ke enam candi ini sama-sama bertemu membuat lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda serta Nandi memiliki bentuk serta ukuran yang sama, yakni berdenah basic bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara serta selatan lorong semasing ada satu candi kecil yang sama-sama bertemu, yang dimaksud Candi Apit. 



Cerita Ramayana 

Pembuka 
Prabu Janaka, Raja kerajaan Mantili mempunyai putri bernama Dewi Shinta. Satu sayembara diselenggarakan raja untuk mencari calon suami untuk Dewi Shinta. Pangeran dari kerajaan Ayodya Raden Rama Wijaya, memenangi sayembara itu. Selain itu Prabu Rahwana, pemimpin kerajaan Alengka ingin menikah dengan Dewi Shinta. Rahwana yakin jika Shinta ialah reinkarnasi dari Widowati, seorang yang sudah lama dia kehendaki. 

Rimba Dandaka. 

Rama serta Shinta ditemani Lakshmana sedang berjalan di rimba Dandaka. Disana Rahwana diam-diam memperhatikan Shinta serta ingin memperolehnya. Rahwana menyuruh satu diantara pengikutnya menjadi Kijang Kencana untuk mengundang perhatian Shinta. Shinta yang tertarik pada Kijang Kencana lalu minta Rama untuk tangkap kijang itu. Rama lalu tinggalkan Lakshmana serta Shinta untuk mengincar Kijang Kencana. Lama tidak kembali, Shinta cemas serta mengutus Lakshmana untuk mengejar Rama. Lakshmana lalu menggambar lingkaran ajaib di sekitar Shinta untuk melindunginya. Rahwana lalu coba menculik Shinta sesudah dia ditinggal sendirian, tetapi tidak berhasil sebab lingkaran ajaib itu. Rahwana lalu menjadi seseorang pengemis tua, Shinta yang rasakan kasihan keluar dari lingkaran untuk membantu pengemis itu. Sesudah Shinta keluar dari lingkaran, Rahwana lalu menculik Shinta serta membawanya ke Alengka. 

Tangkap Kijang Kencana. 
Rama memanah kijang dengan panah ajaibnya, tetapi si kijang menjadi seseorang Raksasa (Marica). Pertempuran berlangsung di antara Rama serta Marica, Rama menaklukkan Marica dengan tembakan panah. Sesudah itu Lakshmana lalu minta Rama untuk kembali pada tempat Shinta. 

Penculikan Shinta 

Dalam perjalanannya ke Alengka, Rahwana berjumpa seekor burung bernama Jatayu. Jatayu mengetahui Shinta jadi putri Prabu Janaka lalu berupaya membebaskannya, tetapi dia ditaklukkan oleh Rahwana. Selain itu Rama yang baru sadar jika Shinta sudah hilang berjumpa dengan Jatayu yang terluka. Rama yang geram menduga Jatayu yang menculik Shinta serta berupaya membunuhnya, tetapi dihindari oleh Lakshmana. Jatayu lalu menerangkan apa yang sebetulnya berlangsung serta mati. Sesaat lalu, seekor kera putih bernama Hanuman hadir. Hanuman diutus oleh pamannya Sugriwa untuk mencari pertolongan agar membunuh Subali. Subali ialah orang yang menculik Dewi Tara, wanita yang paling disayangi Sugriwa. Rama lalu akan memutuskan untuk menolong Hanuman menantang Subali. 

Gua Kiskendo 
Sugriwa sampai di Gua Kiskendo dengan pertolongan Rama. Sugriwa lalu menaklukkan Subali serta selamatkan Dewi Tara. Jadi perkataan terima kasih, Sugriwa menolong Rama untuk mencari Sinta dengan mengirim Hanuman jadi utusan ke arah kerajaan Alengka. 

Taman Argasoka 
Keponakan Rahwana, Trijata bekerja temani serta menentramkan Shinta di taman. Rahwana minta Shinta menjadi istrinya, tetapi Shinta tetap menampik. Rahwana geram sampain ingin membunuh Shinta, tetapi dia tetap dihindari oleh Trijata. Shinta lalu dengar nyanyian yang datang dari Hanuman. Hanuman memberitahu Shinta jika dia diutus oleh Rama untuk menolongnya. Hanuman lalu mengakibatkan kerusakan taman Alengka. Indrajid, anak dari Rahawana tangkap Hanuman. Kumbakarna yang berupaya membantu Hanuman justru diusir keluar kerajaan. Hanuman yang divonis untuk dibakar hidup-hidup lalu membakar istana Alengka bersama dengan tubuhnya yang terbakar. 

Jembatan Rama 
Sesudah mengutus Hanuman, Rama bersama pasukan kera membuat jembatan ke arah Alengka. Sesudah jembatan itu menjadi Hanuman kembali serta memberi berita mengenai kemampuan pasukan Alengka. Rama lalu memberi perintah pada Hanuman, Hanggada, Hanila, serta Jambawan untuk menyerang Alengka. 

Perang Besar 
Perang Besar berlangsung di antara pasukan raksasa Alengka dengan pasukan kera Rama. Dalam pertempuran ini, Indrajid terbunuh oleh Lakshmana, Kumbakarna, adik Rahwana terbunuh. Rahwana lalu terbunuh oleh panah Rama serta Gunung Sumawana yang dibuang oleh Hanuman. 

Baca Juga : Florist Yogyakarta

Pertemuan Rama serta Shinta 
Sesudah kekalahan Rahwana, Shinta pada akhirnya berjumpa kembali dengan Rama. Tetapi Rama menampik kembalinya Shinta sebab cemas dia tidak suci . Untuk menunjukkan kesuciannya, Shinta membakar dianya. Dengan pertolongan dari dewa api, Shinta selamat dari luka bakar. Pembuktian Shinta membuat Rama bahagia serta terima Shinta kembali.

Tidak ada komentar