Breaking News

Wisata Kulon Progo Anti Mainstrem

Wisata Kulon Progo Anti Mainstrem


wisata kulon progo, Taman Sungai Mudal, Waduk Sermo, Curug Kembang Soka, Kebun Teh Nglinggo, Air Terjun Kedung Pedut, Puncak Widosari, Wisata Alam Kalibiru, Goa Kiskendo.

1. Taman Sungai Mudal

Taman Sungai Mudal ialah object wisata alam yang ada di Kabupaten Kulon Progo, atau seputar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta bila berkendara. Tempat ini berbentuk kolam pemandian yang airnya tetap terlihat jernih serta berwarna toska yang indah. 

Ekowisata ini dinamakan Taman Sungai Mudal sebab air di sini datang dari mata air Mudal. Dan penampilan seputar tempat ini memang dibikin seperti satu taman, dimana beberapa orang bergabung untuk bersenang-senang sambil nikmati pesona alam. 

Tempat piknik baru di Jogja ini bermula dari ide masyarakat tempat Taman Sungai Mudal ada, yakni pergerakan bersih-bersih di mata air serta bantaran saluran sungai Mudal yang diawali semenjak tahun 2011 oleh warga Banyunganti terutamanya RW 05. Mengerti kekuatan wisata berbentuk air terjun, kolam pemandian serta renang, flora serta fauna, jeram-jeram, dan panorama pegunungan Menoreh yang menarik. 

Paket komplet sungai, kolam, serta air terjun 
Tidak hanya menolong perekonomian masyarakat jadi ekowisata, Taman Sungai Mudal nyatanya masih jadi sumber irigasi buat sawah-sawah sekelilingnya serta mengonsumsi air bersih buat masyarakat. Selain itu, seputar 95 mtr. dari tempat mata air ada air terjun. Spot menarik sesudahnya ialah jeram-jeram serta lubuk yang ada sesudah air terjun Mudal. 

Air terjun yang ada di sekelilingnya ialah Air Terjun Kembang Soka serta Air Terjun Kedung Pedut yang karakteristiknya hampir serupa keduanya. Beberapa salah satunya ialah Bendung Pule, Kedung Wong, Kedung Luweng, Kedung Dowo, Kedung Rempelas, Kedung Awar-awar, serta Kedung Gedoya. 

Kolam pemandian serta berenang ada di ruang Kedung Gedoya. Ada pula kolam yang dibikin ramah untuk anak dengan kedalaman 1 – 1,5 mtr. serta untuk dewasa kedalamannya 1,5 – 2 mtr.. Kolam pertama memiliki ukuran luas 7 x 11 m² untuk main serta berenang anak. Sedang kolam ke-2 memiliki ukuran 7 x 10 m². 

Bila ingin ambil photo waktu di kolam, anda dianjurkan untuk berpose pada pagi atau sore hari. Hasilnya bisa menjadi lebih menarik dan bagus sebab air jernih di Taman Sungai Mudal berjumpa dengan cahaya matahari di samping anda bukan diatas seperti waktu siang. 

Buat anda yang kebetulan kurang berteman dengan wisata air, dapat coba trekking ke Watu Wayang. Tempat ini ialah tebing batu kapur serta konon seperti dengan kelir wayang, karena itu warga mengatakan Watu Wayang. Di Watu Wayang, anda dapat temukan banyak kera ekor panjang. Atau anda dapat juga jalan-jalan keliling Taman Sungai Mudal yang sejuk serta asri dipenuhi pohon-pohon teduh dan bunga-bunga cantik. 

Wahana camping dengan flying fox yang ekonomis 
Supaya pengunjung lebih rasakan nyaman saat bertandang ke Taman Sungai Mudal, pengelola menyiapkan sarana selengkap mungkin untuk menyenangkan hati beberapa pencinta alam yang bertandang. Sarana umum seperti kamar mandi, kamar ubah, mushola, serta warung makan telah ada disana. Tidak lupa gazebo untuk beristirahat teratur rapi. 

Menariknya , faksi pengelola Taman Sungai Mudal ikut menyediaan koneksi internet. Terdapatnya sarana WiFi mempunyai tujuan supaya pengunjung lebih gampang mengupload foto-foto ke account sosial media. Dengan demikian diinginkan Ekowisata Taman Sungai Mudal akan makin diketahui warga luas. Jika kebetulan anda atau salah seseorang keluarga ada yang tidak cakap berenang, di tempat ini ada juga persewaan pelampung serta cuma membayar IDR5.000 saja. 

Dengan perlahan-lahan pengelola mulai membuat beberapa kegiatan outdoor supaya pengunjung semakin tertarik serta banyak yang hadir. Beberapa salah satunya ialah berkemah, flying fox, serta river tubing. Wahana flying fox kelihatannya telah mulai dibuka serta anda cukup membayar seeitar IDR15.000/orang. Sesaat untuk masuk ke Taman Sungai Mudal, anda diwajibkan membayar retribusi sebesar IDR4.000 saja, ditambah uang parkir IDR2.000/motor serta IDR5.000/mobil. 

Langkah ke arah Taman Sungai Mudal 
Dari Perempatan Tugu Jogja – Ke arah barat – Perempatan Demak Ijo di Ring road barat – Jalan Godean lurus – Turuti penunjuk jalan sampai melalui Jembatan Sungai Progo – Mengambil arah jalan ke arah Goa Kiskenda – Pertigaam Goa Kiskenda lururs – Pertigaan rimba pinus belok kiri mengarah Kokap – Anda tinggal ikuti papan penunjuk jalan ke Taman Sungai Mudal. sumber

2. Waduk Sermo

Waduk Sermo ialah satu waduk yang ada di Kabupaten Kulonprogo, Wilayah Spesial Yogyakarta, Indonesia. Waduk ini dibuat mulai tahun 1994 serta diresmikan oleh Presiden Soeharto 20 November 1996. Arah pembangunan waduk ini ialah untuk suplesi skema irigasi wilayah Kalibawang yang mempunyai lingkup area seluas 7.152 Ha. Skema irigasi itu adalah interkoneksi dari banyak daerah irigasi. wahana yang ditawarkan adalh spot foto dan perahu wisata.

3. Curug Kembang Soka

Air terjun Kembang Soka salah satu air terjun sebagai tempat wisata di daerah Jatimulyo, Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Air terjun ini mempunyai julukan "air terjun warna" sebab memiliki beberapa warna, serta mempunyai kolam pemandian yang ciri khas dari air alami yang datang dari Bukit Menoreh. 

Dengan administratif, Air Terjun Kembang Soka ada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Wilayah Spesial Yogyakarta. Jarak menempuh dari Tugu Joga ialah seputar 32 km.. Waktu tempuhnya kurang-lebih satu jam dengan rute paling cepat ialah Tugu Jogja lurus mengarah barat. Memang tidak demikian jauh, tapi keadaan jalannya naik serta berliku, khususnya di lokasi perbukitan. Air Terjun Kembang Soka searah dengan tempat wisata Taman Air Sungai Mudal sebab memang ada di desa yang sama. Perbedaannya, Kembang Soka berada di ruang yang lebih rendah. Kesejukan alami antara dua air terjun Terdapat di lembah sungai bentangan Perbukitan Menoreh, hawa di Air Terjun Kembang Soka demikian sejuk, bahkan juga sebelum sampai tempat air terjunnya. Dari parkiran, pengunjung harus berjalan kaki seputar 200 mtr. untuk sampai di air terjun. Sesaat berjalan, karena itu perjalanan akan sampai di kolam pertama yang datang dari tuk atau pancuran Jaran. Kolam ini jadi yang pertama di Air Terjun Kembang Soka. 

Kemudian, jalan bersambung mengarah basic lembah. Khasnya, jalan ini berbentuk jembatan kayu yang lewat pas di muka air terjun. Saluran air terjun yang pertama ini datang dari Sungai Mudal di ruang atasnya. Air Terjun Kembang Soka, Kulon Progo, Yogyakarta yang disebut satu diantara sumber air kolam.(Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya) Selalu berjalan, akan didapati air terjun lumayan besar yang disebut terusan dari saluran awalnya. Berikut Air Terjun Kembang Soka yang salurannya mengalir ke satu kolam besar dibawah. Jembatan kayu juga selesai di kolam itu. Tidak hanya lumayan besar, sumber kolam ini nyatanya bukan sekedar datang dari satu saluran air terjun. Ada air terjun lain disamping barat kolam, yaitu Kali (Sungai) Miri. 

Air di kolam juga demikian fresh serta sejuk sebab datang dari mata air di Perbukitan Menoreh. Demikian menceburkan diri ke kolam, panas serta penatnya situasi kota seakan tiba-tiba terlewatkan dari pikiran. Kesejukan serta kesegaran hawa dan air pegunungan benar-benar sangat mendamaikan buat siapa juga yang berenang di kolam Air Terjun Kembang Soka ini. Semua beban hidup seolah tenggelam terikut saluran air. Back to nature Situasi di kolam ini demikian alami. Pengelola Air Terjun Kembang Soka memang mengaplikasikan ide back to nature atau kembali pada alam dalam membenahi lokasi wisata yang satu ini. Pembangunan paling jelas di lokasi ini ialah jembatan kayu. 

Konstruksi beton cuma ada banyak, yaitu tangga turun, tanggul, warung makan, serta toilet. Simak juga: Singgah ke Kulon Progo, Harus Borong Batik Uniknya Situasi alami berikut sebagai daya tarik penting Air Terjun Kembang Soka. Tujuan ini paling pas buat mereka pencinta keasrian alam yang sejuk serta tenang, dan jauh dari kebisingan kota. Sekarang ini, kunjungan wisata di lokasi ini belum juga demikian ramai, bahkan juga diakhir minggu. Tetapi pada hari kerja, pengunjung umumnya dari wisatawan asing sebab mereka suka pada situasi alami serta sepi di Air Terjun Kembang Soka. Pengunjung berpose di muka Air Terjun Kali Miri, lokasi Air Terjun Kembang Soka, Kulon Progo, Yogyakarta.(Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya) Nama Kembang Soka disematkan untuk lokasi air terjun ini sebab dulu terdapat beberapa pohon soka yang tumbuh di sini. Warga seputar juga memberikan nama tujuan ini dengan bunga pohon itu. Walau masih alami, sarana pendukung wisata di sini cukup sudah komplet. Memang simpel, tapi warung makan, toilet, kamar mandi, serta mushalla telah wajar untuk memfasilitasi pengunjung. Ticket masuk Air Terjun Kembang Soka cuma dibandrol sebesar Rp 6.000 saja. Dana yang terkumpul nanti dipakai untuk meningkatkan lokasi yang diurus dengan swadaya oleh warga seputar ini. 


4. Kebun Teh Nglinggo

Riwayat Desa Wisata Nglingo tidak dapat dipisahkan dari cerita kepahlawanan Pangeran Diponegoro saat perang menentang Belanda bersama dengan pasukannya di Perbukitan Menoreh. Menurut narasi turun temurun yang diakui warga ditempat, dulu ada tiga orang prajurit pengikut Pangeran Diponegoro yang membuat taktik tidak jauh dari lokasi Desa Nglinggo. Tiga prajurit itu ialah Ki Linggo Manik, Ki Dalam Tanu, serta Ki Gagak Roban. Untuk kembali kenang beberapa prajurit itu, pada akhirnya nama Ki Linggo Manik yang dipandang seperti pemimpin, diabadikan jadi nama satu desa yang sekarang sudah menjelma jadi lokasi wisata dengan panorama menarik. Satu diantara panorama itu dapat kita tonton di lokasi kebun teh, di ujung barat pedukuhan Nglinggo yang setelah itu lebih popular dimaksud Kebun Teh Nglinggo. 

Saat kabut telah tidak menghambat pandangan, kelihatan tumbuhan Camellia sinensis penuhi teras-teras lereng perbukitan di lokasi ini. Selintas terlihat seperti undakan yang ditutup permadani hijau. Hawa dingin juga perlahan-lahan memanas, bertukar dengan hawa sejuk ciri khas pegunungan. Trekking antara bentangan tanaman teh, off road melingkari lokasi kebun teh atau sebatas nikmati panorama ialah pilihan pilihan berekreasi di kebun teh ini. Dari pucuk ini, Kebun Teh Nglinggo kelihatan makin cantik. 

Tidak cuma pucuk bukit tidak bernama disamping barat yang menyuguhkan pemandangan menarik. Masih ada dua pucuk lain disamping utara yang menyuguhkan indahnya panorama dari ketinggian. Kedua-duanya adalah pucuk dari Gunung Kukusan yang dengan administratif termasuk juga ke daerah Magelang, cuma beberapa ratus mtr. dari Kebun Teh Nglinggo. Pucuk pertama yang lebih rendah diketahui dengan nama Pucuk Dempok, sedang pucuk yang tambah tinggi dikatakan sebagai Pucuk Kendeng. Sama dengan Desa Nglinggo, Pucuk Kendeng mempunyai riwayat yang terkait dengan Pangeran Diponegoro. Satu petilasan berwujud batu yang ada di pucuk ini diakui masyarakat jadi makam satu diantara kerabat Pangeran Diponegoro bernama Pangeran Kendeng. Hingga nama puncaknya juga sama dengan nama sang pangeran. 

Berlainan dengan pemandangan yang disuguhi pucuk disamping barat, panorama dari Pucuk Kendeng serta Pucuk Dempok tidak menyuguhkan panorama kebun teh, tetapi pemandangan delapan gunung yang ada di Jogja serta Jawa Tengah, seperti Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Ungaran, Sumbing, Sindoro dan Prau. Diluar itu, Pucuk Dempok serta Pucuk Kendeng dikenal juga jadi spot favorite buat beberapa pemburu sunrise. Seringkali untuk memperoleh panorama cantik berbentuk sinar kuning keemasan, beberapa pemburu sunrise ini juga ikhlas menginap di homestay atau camping di lokasi yang tidak jauh dari kebun teh. Menentang dinginnya hawa malam di Perbukitan Menoreh untuk lihat lukisan hasil karya Tuhan di langit timur yang menarik. sumber

5. Air Terjun Kedung Pedut

Air Terjun Kedung Pedut adalah satu diantara wisata alam yang ada di Yogyakarta lebih persisnya di wilayah Kulon Progo. Untuk ke arah ke Air Terjun Kedung Pedut ini bukan hal yang gampang, pelancong harus mendaki gunung melalui jalan di atas perbukitan menoreh. tapi sepanjang mendaki gunung melalui jalan di atas perbukitan menoreh pelancong disajikan panorama yang indah serta asri ciri khas Kulon Progo, seperti raturan sawah yang hijau yang asri dengan cara tanam terasering, lalu naik ke pegunungan akan lihat tebing-tebing tinggi miring berlumut yang dipenuhi pohon pada satu diantara sisinya, serta jurang yang begitu pada dalam bagian lain. Sepanjang perjalanan ke arah Air Terjun Kedung Pedut pelancong akan melalui beberapa wisata alam lainnya seperti gunung lanang, setelah itu goa kiskendo, serta goa seplawan. 

Air Terjun Kedung Pedut ini diketahui dengan keindahan satu pesona alam yang menarik dengan warna airnya. Warna air di Air Terjun Kedung Pedut terbagi dalam dua warna yakni putih jernih serta hijau tosca. Warna putih jernih sebab ada saluran air deras dari air terjun di samping kedung ini, sedang warna hijau tosca tercipta sebab terdapatnya hasil pantulan batuan di basic sungai yang terpancar dari cahaya matahari. Kedung Pedut ini sebetulnya masih termasuk juga satu saluran dengan wisata alam yang lain, seperti wisata alam Air Terjun Kembang Soka yang mempunyai air terjun yang bertingkat serta tuk mudal atau mata air mudal. Mata air mudal berikut sebagai sumber alami buat air terjun kembang soka serta kedung pedut. 

Tidak hanya warna air yang indah itu, kekhasan lainnya dari Air Terjun Kedung Pedut ini ialah ada terdapatnya kolam alam. Kolam ini adalah Kedung, atau dapat disebut satu cekungan yang cukup dalam seputar dada sampai leher orang dewasa. Kedung itu jadikan untuk tempat main air, sedang di sekitar air terjun itu tidak dipakai untuk main air serta cuma untuk di nikmati saja. Di seputar dinding tebing bambu-bambu itu melekat begitu kuat. Bambu itu dibikin jadi tempat duduk untuk nikmati keindahan kolam alami itu, serta dapat beristirahat sesudah main air di Kolam alami itu. 

Di Air Terjun Kedung Pedut ada banyak kedung yang berlainan, yakni Kedung Merak, Kedung Merang, Kedung Lanang, Kedung Wedok, serta Kedung Anyes. Tiap kedung-kedung itu mempunyai kedalaman yang berlainan sekita 2 sampai 5 mtr..Di samping kedung ada banyak tempat istirahat untuk beberapa pelancong yang terbuat dari bambu hingga meningkatkan kesan-kesan alami dari tempat ini.

6. Puncak Widosari

Yogyakarta salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang bermacam, khususnya di wilayah Kulon Progo. Di wilayah Kulonprogo banyak obyek wisata yang seringkali didatangi oleh beberapa pelancong. Kawasannya yang tereksplor secara baik serta banyak tujuan wisata di lokasi ini makin dilirik untuk didatangi oleh pengunjung. Di Kulonprogo ada pantai yang indah, beberapa jenis gua, air terjun, waduk, pucuk, serta perbukitan. 

Satu diantara pucuk yang berada di Kulon Progo ialah Pucuk Widosari. Konon tuturnya Gunung Widosari ini dahulunya jadi tempat pertapaan Pangeran Diponegoro. Tujuan wisata ini telah dibuka dari tahun 2012, tapi saat itu akses jalan ke arah pucuk masih berbentuk jalan tanah yang licin dengan pagar bambu seadanya. Pucuk Widosari ini ada pada ketinggian seputar 1.017 mdpl. 

Satu diantara sebagai keunikan dari Pucuk Widosari ialah kehadiran sebongkah batu raksasa yang begitu unik. Bongkahan batu itu jadi daya tarik tertentu yang membuat panorama alam di atas pucuk ini makin unik. Saat ada di pucuk, pengunjung bisa lihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, sampai bibir pantai laut selatan. 

Pucuk Widosari begitu pas untuk beberapa pengunjung yang menyukai dengan situasi yang tenang serta sejuk. Diluar itu pucuk ini pas untuk pengunjung yang memiliki hoby photografi, sebab Pucuk Widosari ini menyuguhkan bentangan hijau yang luas yang begitu mengagumkan. Beberapa ribu pohon yang ada dibawah Pucuk Widosari ini akan terpampang jelas bila cuaca tidak sedang berembun. 

Diluar itu beberapa masyarakat seputar memiliki daya Tarik budaya tertentu yakni nyandran serta meti dusun sebelum masuk bulan ramadhan. Di sini pengunjung bias melihat sunset atau sunrise yang indah. Beberapa pengunjung dapat melihat berkilau lampu kota Yogyakarta, Magelang serya Purworejo saat malam hari. 

Saat ada di pucuk ini pengunjung harus waspada sebab bagian-bagian dari pucuk ini ada jurang yang begitu dalam. Di Pucuk Widosari ada gardu pandang atau spot photo yang ada pas di samping batu raksasa. Pengunjung bisa ambil photo ddengan latar bongkahan batu atau panorama alam yang indah.

7. Wisata Alam Kalibiru

Wisata Kalibiru Jogja – Jogja, Kota dengan sejuta narasi menyenangkan yang berada di dalamnya. Jogja mempunyai sejuta pesona yang tidak habis sampai kapan saja. Jogja begitu kaya, kaya dengan budaya, pendidikan, kuliner, beberapa tempat indah sampai tempat wisata yang mendunia. 

Ada banyak obyek wisata di Jogja yang harus kita datangi. Satu diantara yang sedang booming belakangan ini sebab ketimban untung ialah wisata kalibiru Kulon Progo. Sampai kini Kulon Progo mungkin tidaklah terlalu diketahui objek wisatanya. 

Karena salah seseorang artis mengupload photo waktu berlibur di tempat wisata kalibiru Jogja di account instagram pribadi kepunyaannya, sekarang tempat wisata Kalibiru Kulon Progo jadi satu diantara tujuan wisata Jogja yang harus didatangi. Tidak hanya sebab keindahan alamnya yang menarik sebab beberapa sarana yang telah disiapkan. 

Kesempatan ini Tempatwisataseru.com akan ajak anda untuk berlibur di tempat wisata alam Kalibiru Jogja yang sayang untuk ditinggalkan. 

Desa serta Rimba Wisata Kalibiru Jogja Rimba Kalibiru tempatnya berada di ruang Perbukitan Menoreh. Sebab ada di lokasi perbukitan dengan ketinggian seputar 450 Mdpl membuat lokasi Kalibiru Kulon Progo ini mempunyai hawa yang sejuk dan masih fresh sebab belum tercemar oleh polusi hawa. 

Rimba punya pemerintah ini sekarang diurus oleh warga seputar serta jadikan jadi tempat wisata alam serta wisata edukasi. Buat anda yang tertarik untuk nikmati keindahan tempat wisata alam Kalianget Kulon Progo semestinya menyiapkan fisik anda terlebih dulu. Sebab tidak komplet rasa-rasanya jika ke Kalibiru anda tidak coba jalan trekking. 

Tempat Objek Wisata Alam Kalibiru Jogja Tempat tempat wisata alam Kalibiru ini berada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Rimba wisata ini cuma memiliki jarak seputar 40 km dari pusat kota jogja. Tempat wisata ini bersisihan dengan wisata Waduk Sermo. Sebab perjalanan yang akan kita lewati naik semestinya pakai kendaraan ber-cc besar. 

Tempat persisnya, Rimba Kalibiru berada di Jl. Sermo-Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Wilayah Spesial Yogyakarta, Indonesia. 

Desa Wisata kalibiru 

Rute Ke arah Wisata Alam Kalibiru Jogja Untuk ke arah tempat, perjalanan akan memerlukan waktu seputar 1-1,5 jam dari kota Jogja atau seputar 45 km. Di bawah ini beberapa rute yang dapat anda lewati untuk ke arah ke Kalibiru Kulon Progo: 

Rute Sermo ke Kalibiru Kulon Progo 

Rute yang pertama ini jadi jalan favorite yang seringkali dilewati oleh pelancong yang hadir, yakni jalan Sermo. Jalan ini jadi favorite sebab pelancong dapat lihat panorama Bendungan Sermo yang tawarkan panorama alam yang indah. Jalan sermo jika dari arah Jogja bertambah cepat ditempuh lewat Sentolo – Pengasih – Alun Alun Wates – RSUD Wates – Beji – Sermo – Kalibiru. Triknya jika dari kota Jogja, sesudah melalui jembatan Bantar (3 jembatan panjang berjajar), seputar 3 km ada stasiun Sentolo, turuti plang mengarah kanan ke arah Pengasih – Wates. Rute Clereng ke Kalibiru Kulon Progo 

Tidak hanya melalu jalan Sermo, Jalan Clereng dapat juga anda lewati untuk ke arah ke Kalibitu. Rute ini relatif lebih gampang bertambah cepat sebab jalanan yang kita lewati tidak seberat jalan Sermo. Untuk rute yang kita menempuh dari kota Jogja, mengambil jalan sama Sentolo – Pengasih, perbedaannya sesampainya di perempatan mengambil mengarah kanan ke arah Clereng – Kalibiru. Lihat jangan pernah kebablasan. Sesampai di pasar (kecil) Clereng seputar 300 mtr. ada jembatan yang terdapat persis di kelokan. Setelah jembatan jarak seputar 20 mtr. ada plang kecil yang memberikan petunjuk (panduan arah) belok arah kiri ke arah Kalibiru. Lewat Malioboro Pelancong dapat juga lewat Malioboro,lalu mengambil jalan yang ke arah purworejo, lalu Kamu turuti saja jalanan itu sampai terminal Wates. Sesampainya di terminal, lihat penunjuk jalan atau plang yang ke arah waduk Sermo. Lalu turuti seperti rute diatas. Harga Ticket Masuk Kalibiru Jogja Untuk dapat nikmati sarana serta wahana di rimba Kalibiru Kulon Progo kita harus membayar ticket masuk cuma Rp 5000 saja serta parkir motor sebesar Rp 2.000 serta mobil Rp 5.000. 

Sarana Objek Wisata Alam Kalibiru Jogja Beberapa sarana simpatisan untuk berlibur hebat ada di sini, salah satunya ialah ruang parkir yang luas, kios makanan, sarana mck, pendopo, homestay, camping ground, dan sarana outbond. 

Untuk nikmati panorama dengan spot paling baik kita harus naik menara pandang diatas pohon. setiap pengunjung yang ingin berpose dalam tempat itu membayar ongkos penambahan sebesar Rp 10.000. 

Sarana lain yang dapat pengunjung nikmati ialah gardu pandang yang ada di beberapa tempat untuk nikmati panorama penting menghadap Waduk Sermo. Waktu pagi hari pelancong dapat melihat Sermo yang berselimutkan kabut, sedang waktu senja panorama mentari yang tenggelam di barat bisa menjadi penutup hari yang prima. 

Untuk homestay atau pondok wisata di tempat ini ada 6 buah serta semasing bisa menyimpan 10 – 15 orang. Harga yang ditawarkan dari mulai Rp 120.000 per malam untuk satu pondok. Karenanya tempat ini sering jadikan tempat makrab, gathering, bahkan juga retreat. 

Sarana lain seperti cottage serta pendopo disewakan. anggapan harga untuk cottage sekitar di antara Rp. 120-125 ribu. Pendopo Rp. 150 ribu, makan Rp. 10 ribu/1x makan 

Gardu Pandang Wisata Kalibiru Kulonprogo 

Kuliner Lezat di Objek Wisata Kalibiru Jogja Jika anda berlibur ke Kalibiru Kulon Progo, tak perlu cemas akan kelaparan, sebab telah terdapat beberapa penjual makanan, baik mudah atau makanan berat yang dapat anda santap. Di seputar tempat wisata Kalibiru telah ada warung yang dibuat seperti cafe yang ada di pintu masuk sesudah halaman parkir, sampai warung lesehan yang terdapat diturunan sesudah gardu pandang bukit pertama, serta tiap 50 mtr. dapat dengan gampang diketemukan penjual camilan sampai sayur lontong serta nasi lauk dan Mie Ayam Pangsit. Masalah harga anda tak perlu cemas sebab begitu dapat dijangkau. 

Berolahraga flying fox Tidak ada kelirunya untuk mengetes adrenalin anda di sini, silakan coba flying fox, dennga pilihan 50 mtr. serta 85 mtr. Untuk sekali melaju, pelancong dipakai ongkos Rp. 10 ribu buat dewasa, serta Rp. 5 ribu untuk beberapa anak. Fasilitas flying fox, sekarang ini baru dapat dibuka tiap hari Minggu jam 08.00-16.00 WIB. 

Berolahraga flying fox 

Pekerjaan Trekking Pekerjaan trekking jadi satu diantara kegiatan hebat yang tidak bisa ditinggalkan, beberapa rute serta medan disiapkan di sini, ada yang 1,5 km, 3 km, 5 km, serta 7 km. Spesial untuk track 7 km, Anda dapat lihat Waduk Sremo dari jarak dekat. Waktu treking lewat jalan setapak, setiap saat Anda dapat lihat berbagai hewan langka seperti Elang Jawa, ayam Alas, Landak, Celeng, bahkan juga Harimau Jawa dan Harimau Kumbang. 

Pekerjaan Trekking di Kalibiru 

Jembatan monyet kalibiru Satu wahana yang harus anda cobain, yakni jembatan monyet. 

8. Goa Kiskendo

Bermacam obyek wisata alam, dengan sajian pemandangan landscape menarik dapat traveler temui di Wilayah Spesial Yogyakarta. 

Wisatwan banyak yang bersama-sama ke arah obyek wisata alam yang indah, jadi arah wisata. Tetapi beberapa tempat wisata ketertarikan spesial yang ketentuan akan cerita-cerita riwayat serta mitos jarang-jarang untuk didatangi beberapa pelancong. 

Walau sebenarnya ditempat-tempat itu, pelancong bisa belajar riwayat sekaligus juga berekreasi. Satu diantara obyek wisata dengan sekelumit cerita sejarahnya yang menarik, yakni adalah Gua Kiskendo. Terdapat di Desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo Kulonprogo, Gua Kiskendo persisnya ada perbatasan Jogja serta Purworejo. Cerita riwayat yang menarik di Gua Kiskendo, jadikan Gua itu satu diantara wisata ketertarikan spesial yang disukai banyak wisatwan. 

Menurut Suisno seseorang anggota pengelola Gua itu, Gua Kiskendo sudah diketemukan pada tahun 1820. Lalu mulai dibuka jadi obyek wisata pada 1964, yakni jadi wisata ketertarikan spesial religi. Lalu pada mulai tahun 1974 sampai tahun 1975, tempat itu mulai dilirik oleh Dinas Pariwisata DIY. "Dulu 17 kapling tanah punya masyarakat di sekitar Gua Kiskendo ini, lalu dibeli oleh dinas pariwisata DIY. Pada tahun 1979 tempat ini sah punya Dinas Pariwisata Wilayah Spesial Yogyakarta," Lebih Suisno. Dia menerangkan pengendalian obyek wisata Gua Kiskendo itu lalu diurus oleh Dinas Pariwisata Kulonprogo, yang semenjak tahun 2005 membina warga seputar serta jadikan barisan sadar wisata Kiskendo. 

Serta mulai tahun 2007 barisan desa wisata Jatimulyo ditugasi menjadi pelaksana eksekusi aktor desa wisata di lokasi itu. Cerita mitos yang tersebar di warga juga marak terdengar telah semenjak beberapa ratus tahun waktu lalu. Suisno bercerita nama Kiskendo sendiri sebetulnya adalah nama dari satu kerajaan tempat tahta kekuasaan Mahesasura serta Lembu Sura di zaman Ramayana. 

Kedua-duanya adalah raksasa berupa orang berkepala Sapi serta Kerbau. "Konon menurut narasi yang menyebar di warga, dulu dari Kahyangan membuat satu sayembara. Siapa saja yang dapat membunuh Mahesasura, akan memperoleh imbalan, yakni jika seseorang wanita akan jadikan saudara kembar dewi torokasih, apabila lelaki akan jadikan suaminya," tutur Suisno. Dari narasi yang tersebar di warga majulah Subali serta Sugriwo dalam sayembara itu. Kedua-duanya ialah figur manusia Kera. 


Suisno menjelaskan ceritanya sore itu, yang masuk terlebih dulu ke kerajaan Kiskendo adalah Subali, yang setelah itu tinggalkan pesan pada Sugriwo. "Waktu itu mitos yang tersebar adalah Subali tinggalkan pesan pada Sugriwo yang ada di luar Kiskendo. Bila ada saluran air serta bersatu darah berwarna putih berati Subali yang mati, tetapi jika yang keluar air bersatu darah merah berati Mahesasura yang sudah mati," narasi Suisno. 

Dia meneruskan, yang disaksikan Sugriwo waktu itu adalah darah bersatu air yang berwarna putih serta merah. "Asumsi Sugriwo waktu itu jika kedua-duanya (Subali serta Mahesa Suro) sudah mati, lalu pintu kiskendo Pada akhirnya ditutup oleh Sugriwo, serta pada akhirnya Sugriwo melapor ke kahyangan pada Batara guru, jika kedua-duanya sudah mati serta Dewi Torokasih dijodohkan oleh Sugriwo," Lanjut Suisno. Tetapi, Suisno meneruskan ceritanya sore itu, nyatanya Subali belum mati. Darah merah serta putih yang mengalir dari kerajaan Kiskendo barusan adalah darah dari Mahesa Sura serta Lembu Suro. 

"Pada akhirnya Subali dapat keluar dari Kiskendo yang pintunya telah ditutup Sugriwo, dengan ajian Pancasona kepunyaannya. Ajian itu tembus Kerajaan Kiskendo dari bawah ke atas sejauh 800 mtr.. Singkat kata Subali serta Sugriwo bertanding karena salah pengertian di antara kedua-duanya, yang menyebabkan Subali gugur sebab dalam peperangan itu Sugriwo minta pertolongan pada Praburomo untuk memanah Subali," Jelas Suisno. Dari narasi Suisno itu dia menerangkan kedalaman Gua wisata legenda sedalam 800 mtr. itu karena ajian Pancasona punya Subali, apabila traveler berjalan ke bawah Gua itu sampai sekarang ini belumlah ada jalan tembusnya. 

Pada jaman dulu Gua Kiskendo ini, seringkali dipakai beberapa leluhur sebelumnya untuk bertapa. Serta beberapa orang dahulu kala yang cari kesucian di tempat ini. Relief untuk memvisualisasikan cerita Sugriwo serta Subali juga sudah di ukir pada dinding di sekitar Gua Kiskendo semenjak tahun 1980, oleh Komune Seni pada saat itu. 

Suisno mengemukakan sampai sekarang ini, Gua Kiskendo berkembang serta selalu diurus jadi wisata Geopark. Cerita itu nyatanya divisualkan dengan Terdapatnya tarian kolosal mengenai Sugriwo Subali. "Untuk tahun ini, pergelaran seni tarian cerita itu akan diselenggarakan pada Tanggal 16 Juli mulai jam 10.00 pagi. Serta pada tanggal 7 Desember, pada jam 10.00 pagi. Arah atraksi tarian itu selalu diadakan yakni, supaya narasi legenda itu tidak mati," Lebih Suisno. 

Untuk masuk lokasi wisata Gua Kiskendo, traveler perlu keluarkan ongkos sebesar kira-kira Rp.10.000. Yakni untuk Ongkos Ticket masuk sebesar Rp.5.000 parkir kendaraan untuk roda dua Rp.2.000 serta kendaraan roda empat Rp.5000. Untuk ke arah ke Gua Kiskendo ini, jalan yang akan traveler lalui tidak susah. Dari kota Yogyakarta kamu dapat melalu Jalan Godean selalu kebarat sampai mengarah Kulonprogo. Sampai hingga di perempatan Kenteng lurus selalu turuti jalan melalui Jembatan Kali Progo. 
Turuti selalu jalan perbukitan yang berliku. Sampai datang dalam suatu persimpangan besar, dikiri jalan persimpangan besar itu kamu telah tiba di tempat wisata Gua Kiskendo. 

dan jangan lupa ya kungjungi toko bunga jogja untuk pemesanan karangan bunga di kulon progo

Tidak ada komentar