Breaking News

Toko Karangan Bunga Di Jogja

Toko Karangan Bunga Di Jogja

toko karangan bunga di jogja, florist jogja, toko bunga di jogja, toko bunga murah jogja, jogja florist, toko bunga jogja 24 jam, hand bouquet murah di jogja, sewa bunga papan jogja, toko bunga di kota baru yogyakarta, karangan bunga duka cita jogja

menerima pesan karangan bunga online jogja murah, pastikan karangan ucapan selamat, duka cita dan pernikaha kepada kami ya. bunga yang kami berikan fresh dan wangi. pembuatan papan bunga cepat dan siap antar ke lokasi tujuan.








________________________________________________________________________________________

Tugu Jogja


Asal Muasal serta Riwayat Tugu Yogyakarta


Tugu Yogyakarta adalah symbolik kota Yogyakarta. Jadi keunikan kota Yogyakarta bangunan ini memiliki riwayat yang panjang serta menarik. Tugu ini adalah satu bangunan monumen bersejarah yang terdapat pas ditengah-tengah perempatan antara Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan A.M. Sangaji dan Jalan Diponegoro serta telah berumur hampir tiga era.Tidak hanya jadi lambang dari kota Yogyakarta, tugu ini memiliki satu poros imajiner antara Laut Selatan, Kraton Yogyakarta serta Gunung Merapi. 


Menurut riwayat Tugu Yogyakarta dibuat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Sebelumnya, tugu ini berupa Golong-Gilig serta memiliki tinggi sampai 25 mtr., dimana tiang dari tugu ini berupa Gilig (silinder) serta puncaknya berupa Golong (bundar), hingga pada saat itu tugu ini dinamai Tugu Golong-Gilig. Pada awal dibuatnya tugu ini memiliki arti Manunggaling Kawula Gusti yang memvisualisasikan semangat persatuan antara rakyat serta penguasa dalam menantang penjajah. Tetapi di lain sisi dapat juga berarti jadi jalinan antara manusia dengan Sang Pencipta. 


Merujuk catatan riwayat Pada tanggal 10 Juni 1867 berlangsung gempa hebat di Jogjakarta serta menyebabkan runtuhnya bangunan tugu Golong Gilig.Pada tahun 1889, kondisi Tugu betul-betul beralih, waktu pemerintah Belanda melakukan renovasi semua bangunan tugu. Saat itu Tugu dibikin dengan bentuk persegi dengan setiap bagian dihiasi seperti prasasti yang tunjukkan siapapun yang ikut serta dalam perbaikan itu. Sisi pucuk tugu tidak bundar, tapi berupa kerucut yang runcing. Bukan sekedar itu saja, tinggi bangunan yang awalannya sampai 25 mtr. juga dibikin cuma setinggi limabelas mtr.. Tugu ini lalu diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tanggal 3 Oktober 1889. Sejak itu, tugu ini dinamai De Witt Paal atau Tugu Putih. 

Umumnya Tugu atau monumen jadikan lambang satu wilayah jadi keunikan satu wilayah. Demikian dengan Tugu Jogja yang disebut satu diantara simbol penting Yogyakarta. Tugu Jogja ini ada pas ditengah-tengah perempatan antara jl. Mangkubumi, jl. Jendral Sudirman, Jl. A.M Sangaji, serta Jl. Dipenogoro. Dengan beberapa riwayat yang melatarbelakanginya, Tugu Jogja jadi simbol riwayat buat kota Jogja. 

Tugu yang dibuat pada tahun 1755 oleh Hamengkubuwono I, pendiri Kraton Yogyakarta, memiliki nilai simbolis serta adalah garis yang berbentuk magis yang menyambungkan laut selatan, Kraton Jogja, serta Gunung Merapi. Konon Sultan saat lakukan meditasi jadikan tugu ini jadi dasar arah menghadap Gunung Merapi.

Baca Juga : Toko Karangan Bunga Di Jogja

Saat awal berdirinya, bangunan ini dengan tegas memvisualisasikan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat serta penguasa untuk menantang penjajahan. Semangat persatuan atau yang dimaksud golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berupa gilig (silinder) serta puncaknya berupa golong (bundar), sampai pada akhirnya diberi nama Tugu Golong-Gilig.Kehadiran Tugu ini jadi dasar arah saat Sri Sultan Hamengku Buwono I pada saat itu lakukan meditasi, yang menghadap pucuk gunung Merapi. Bangunan Tugu Jogja waktu awal dibuat berupa tiang silinder yang mengerucut ke atas, sesaat sisi dasarnya berbentuk pagar yang melingkar, sedang sisi puncaknya berupa bundar. Ketinggian bangunan tugu golong gilig ini sebelumnya sampai 25 mtr.. 

Tetapi pada tanggal 10 Juni 1867, situasi Tugu Jogja berubaha sebab terdapatnya musibah gempa bumi saat itu yang membuat Tugu Jogja roboh. Sampai pada tahun 1889 kondisi Tugu Jogja betul-betul beralih. waktu pemerintah Belanda melakukan renovasi semua bangunan tugu. Saat itu Tugu dibikin dengan bentuk persegi dengan setiap bagian dihiasi seperti prasasti yang tunjukkan siapapun yang ikut serta dalam perbaikan itu. Sisi pucuk tugu tidak bundar, tapi berupa kerucut yang runcing. Ketinggiannya juga jadi lebih rendah, jadi cuma 15 mtr.. Mulai sejak itu Tugu Jogja dinamakan Tugu Pal Putih jadi strategi Belanda untuk merusak persatuan antar rakyat serta raja, tetapi usaha itu gagal. 

Tugu Yogya sampai kini dipandang seperti lambang kebesaran Wilayah Spesial Yogyakarta (DIY). Ada di jantung kota, tugu yang bernama Pal Putih ini disebutkan jadi "pancer" alias titik pusat wilayah ini. Diluar itu, Tugu Yogya jadi sisi dari sumbu imajiner yang "menghadapkan" Pantai Selatan, Keraton Yogyakarta, serta Gunung Merapi. 

Seperti bangunan-bangunan di Yogya, tugu mempunyai mitos yang menyertainya. Konon siapa juga yang berpose di tugu, maka ada perasaan rindu untuk kembali berkunjung ke Yogya. Masih ada banyak bukti lain sekitar Tugu Yogya yang sedikit didapati warga. 

Tersebut hal unik mengenai bangunan bersejarah itu. 

Bentuk Asli Golong Gilig 

Tugu Yogya yang waktu berdiri sebetulnya bukan bentuk asli dari bangunan itu. Awalannya tugu ini berupa slindris (Gilig) serta menyokong bola pejal (Golong) yang lalu dinamakan Golong Gilig. 

Pada 1755 Sultan Hamengkubuwono (HB) I memprakarsai pembangunan Tugu Golong Gilig. Pada hakekatnya Tugu Golong Gilig berisikan pesan HB I pada semua Sentanadalem (keturunan raja), Abdidalem (pelayan raja) serta Kawuladalem (rakyat biasa) selalu untuk pelihara semangat kebersamaan yang pejal serta membulatkan kemauan untuk menegakkan martabat. 

Sempat Roboh 

Pada 1867 gempa hebat menempa Yogya serta Tugu Gilong Gilig sudah sempat roboh. Pemerintah Belanda yang waktu itu menempati Yogya melakukan perbaikan Gilong Gilig dibawah pengawasan Pepatih Dalam Kanjeng Raden Adipati Danurejo V. 

Tubuh tugu dirubah jadi persegi serta ujungnya dibikin meruncing. Belanda menyengaja merubah keseluruhan Tugu Golong Gilig untuk merusak persatuan antara keraton serta rakyat Mataram. 

Tinggi Tugu Berkurang 10 Mtr. 

Semenjak Goling Gilig direnofasi ketinggian tugu berkurang 10 mtr., yang dahulunya setinggi 25 mtr. lalu dikurangi jadi 15 mtr.. Tugu ini lalu diresmikan Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tanggal 3 Oktober 1889 serta bernama De Witt Paal atau Tugu Pal Putih. 

Lambang Bintang Enam Pojok 

Dalam Tugu Yogya ada banyak lambang ataupun tulisan dalam aksara Jawa. Satu diantara lambang yang cukuplah kelihatan yaitu bintang dengan enam pojok, simbol ini disebutkan mirip Bintang David. Diluar itu bentuk ujung Tugu Pal Putih mirip sundul Unicorn, seekor kuda putih bertanduk dengan bentuk spiral yang meruncing dibagian ujungnya.

Pastikan jika berwisata ke jogja mampir ke tugu ya karena penuh sejarah dan pastikan mampir ke toko bunga jogja.

Tidak ada komentar